Abundance May


Hai Readers,

Postingan bulan Mei akhirnya muncul juga dan tentunya harus spesial sama seperti bulan-bulan sebelumnya (Bingungkah di mana spesialnya?).  Jadi setiap kali saya mencoba membuat blog post, saya benar-benar berusaha untuk hal ini, that’s why setiap blog post special dan punya keunikan masing-masing.

Ok, jujurnya akhir-akhir ini hidup itu tidak mudah (it’s never be easy anyway) tapi banyak juga hal yang ingin diceritakan sejak bulan lalu. Jadi ingat bagaimana pengalaman pergi ke Gua Belanda & Jepang di dago pakar bersama rekan-rekan perusahaan, merayakan ulang tahun teman bersama, sepedaan di kota tua saat liburan (this was really special), dan juga melakukan survey outing kantor ke Bandung bersama teman-teman baik. Ingin rasanya hati ini mengungkapkan semua kata yang tersimpan: duka, suka, pilu, cinta, harap, cemas, dan sayang; tapi di kesempatan kali ini saya akan berusaha menceritakan 19 May 2012.

Saturday, 19 May 2012

Hari sabtu yang cerah ini diawali dengan proses membangunkan orang untuk bersiap pergi ke Bandung. Oknum pertama yang menjadi target adalah Sugianto Thoeng. Sugi adalah salah seorang adik kelas dan sahabat saya dari President University, kebetulan pada hari ini dia menginap di kamar kos saya sehingga bisa dengan mudah dibangunkan (tidak semudah yang ada di benak anda semua), dengan sedikit teriakan dan tendangan di pagi hari maka niscaya dia akan terbangun tanpa kerelaan hati (perlu dicatat bahwa orang yang ngantuk parah tidak akan ingat bahwa dia sempat ditendang-tendang selagi dibangunkan dari tidur).

Di saat Sugi sedang bersiap-siap (baca: mandi), maka saya pergi ke luar kamar kos dan mencoba menelepon Cindhy (siapakah Cindhy? So far anda bisa baca blognya dia di http://cindhymadden.wordpress.com ). Cindhy adalah seorang yang saya percaya dan sangat berharga, jika anda adalah pembaca setia dari blog (yang jarang update) ini, maka anda pasti pernah berjabat tangan (ingat ini adalah kiasan, saya tidak sarankan anda menjabat kabel komputer anda, membayangkan kabel bermuatan proton dan elektron tersebut adalah tangan Cindhy), melalui postingan saya sebelumnya berjudul Sweet February. Balik lagi ke jam 6.15 pada 19 May 2012, saya mencoba menelefon Cindhy berulang-ulang kali, berharap dia mengangkat telefoon dan menyambut mentari pagi (okay ini saya akui rada lebay), namun seperti orang mencoba menangkap ombak di tengah-tengah tumpukan jerami. Hingga percobaan yang ke-7 (kalau tidak salah) akhirnya saya mendengar keceriaannya di daun telinga saya “Good Morning!”, ternyata dia sudah selesai mandi pada saat itu, berbeda 180 derajat dengan saya yang belum menyentuh H2O dari 5 jam sebelumnya. Di sini saya bisa mengambil konklusi sederhana, bahwa kebanyakan wanita memang lebih tangguh  daripada pria untuk urusan bangun di pagi hari…

After semuanya ready, kita segera meluncur menggunakan mobil Sugi menuju ke kota Kembang. Ya, kota Kembang adalah julukan kota Bandung yang relevan pada jaman dulu; sekarang mungkin bisa direvisi jadi kota Angkot. Tujuan resmi perjalanan kami ke kota Bandung adalah untuk melakukan survey tempat outing di Trans Studio Bandung dan juga Garden Restaurant di Hotel Savoy Homann serta memperkenalkan teman-teman saya ke orang tua saya (dan mencari makanan enak – hidden motive Sugi, Ups!).

Sesampainya di Trans, kami memang tidak terlalu menikmati karena kami memiliki misi untuk mencari informasi-informasi tentang wahana dan kami memiliki waktu yang sangat terbatas dalam hal ini (perut yang lapar adalah alarm yang lebih mujarab daripada alarm handphone anda). Overall, di Trans Studio Bandung kita bisa enjoy beberapa atraksi yang terbilang Extreme

Extreme Giant Swing

atau sedikit menambah wawasan/knowledge (basically, ngulang pelajaran SMP or SMA)

Science Center

dan juga Show yang menghibur

Band At Amphi Theater

tak tertinggal juga antrian yang panjang (Ups!)

Antri-antri

yang tak mungkin terlewatkan adalah mencoba menjadi terlihat lebih keren melalui foto-foto (baca: narcism).

Presenter Wanna Be

With Sugi

Foto with Some crew

Boring kah anda membacanya? Okay kita skip ke bagian yang cukup berkesan buat saya, jeng jeng jeng jeng jrennnggg… Home Sweet Home!

Ya pada kesempatan kali ini saya mengajak Cindhy dan Sugi untuk pergi ke rumah saya di Cimahi bertemu dengan keluarga saya. Senangnya memiliki keluarga yang bahagia. Keluarga bahagia itu tidak perlu ada pelawak ataupun badut di rumah, atau bahakan kaya akan materi tapi sebuah keluarga yang bahagia adalah keluarga yang dengan apa yang ada bisa membuat orang lain juga berbahagia dan tersenyum. So, mama saya sudah mempersiapkan snack-snack ringan yang bisa disuguhkan pada para tamu terhormat ini.

Kookjes

alhasil

Smileys

Well, I like to see people smiling even if I don’t smile enough, see below picture and you will see it clearly:

What a pretty smile

Setelah mengunjungi rumah saya dan melakukan tur singkat mengenai wall of fame dan juga kamar saya yang tersohor (banyak puisi-puisi emas lahir di balkon sebelah kamar tidur saya). Maka kami pergi menjemput tante saya dari pihak mama (kakak tertua-nya mama) dan kami melanjutkan perjalanan kami ke Bragaweg, het meest europanse straat aan Bandoeng (the most europe’s street at Bandung) . Di sana kami menulusuri puing-puing kejayaan Bragaweg 100 tahun yang lalu, bagaimana para bangsawan dan orang-orang societa jaman itu sangat bahagia dan bangga bisa memiliki gulden yang cukup untuk menikmati nuansa kemewahan Eropa di Asia spesial yang hanya bisa ditemukan di Bandung. Namun  sekarang, semuanya seperti cat yang sudah luntur, terlihat sih warnanya namun memudar dan tidak terlalu menarik lagi.

Bragaweg

Karena Cindhy menyukai ice-cream (semua juga suka sih sebenernya), akhirnya saya mengajak mereka makan di Braga Permai a.k.a Maison Bogerijen. Maison ini bukan sembarang restaurant, pada jaman dulu kala, hanya orang tajir yang sanggup menikmati hidangan di Maison ini, satu dari beberapa restaurant saja di Oost-Indische (Indonesia) yang mendapat cap sebagai Koninklijke Restaurant (restaurant kerajaan) langsung dari pemerintah Belanda. Sekarang sudah banyak yang berubah mulai dari arsitektur bangunan dan juga menunya, tapi tetep aja gezellig! Kita masih enjoy apapun yang namanya ice-cream dengan nuance kolonial Belanda n bersama orang-orang yang tercinta (^^)…

Women with Soes Cake

Ijse

Sugi and His Ice

Perjalanan hari ini dilengkapi dengan the super supper di Hong Kong Restaurant Bandung. Pada saat ini, papa saya yang baru pulang kantor langsung menyusul kami ke TKP (Tempat Kejadian Pelahapan), dengan begitu lengkaplah sudah keluarga inti saya (saya, papa, mama dan dede)… mmm ya memang kurang istri dan cucu sih (4-6 tahun lagi mudah-mudahan sudah lebih lengkap lagi,  sekalian tebar harap dan iman dan doa “Tuhan jauhkan kiamat selama saya masih lajang” wkwkwkwkw)… Malam itu lebih banyak masa penjajakan, di mana papa saya mencoba mencari tahu informasi-informasi standar tentang Sugi dan juga Cindhy, sementara adik saya sibuk main HP, mama sibuk upload foto saya dan Cindhy di Blackberrynya (yang berujung pada praduga keluarga lain bahwa mama saya memiliki calon mantu -biar beliau yang bertanggungjawab-)…

Saat makanan datang, maka kami fokus saling melempar makanan untuk dihabiskan, padahal hanya 4  macam saja ada daging, baso, sapi lada hitam dan sayur:

Cindhy and food

dan efeknya bagi Sugi adalah:

It is really-really full

Setelah selesai makan dan menunggu Sugi selesai bertapa di toilet selama kurang lebih 1800 seconds, momen kebersamaan ini diakhiri dengan berfoto bersama dengan latar belakang seadanya.

Togetherness of 19 May 2012

I like the way Cindhy stands besides me and put her arms on my aunt shoulder, and how Sugi accompany my brother while my father and mother stand together as a family, and finally I see myself has grown up from handsome child into mature man…

That’s the picture of my family. Senang rasanya berada di keluarga yang sederhana dan bahagia, jujur kami belum memiliki banyak fasilitas dan kemudahan seperti orang lain yang memang sukses dalam mengumpulkan materi, tapi kami memiliki bahan-bahan yang tepat dalam sebuah keluarga. Cinta, respek, tanggung-jawab, rela berkorban, kebersamaan dan mementingkan orang lain lebih daripada diri sendiri. Keluarga di mana harta yang paling berharga bukanlah beberapa rumah bertingkat ditambah dengan beberapa mobil build up; keluarga di mana harta yang terindah bagi orang tua adalah kebanggaan terhadap pribadi anak-anaknya, dan bagi anak adalah melihat kebahagiaan di orang tua mereka.

Ya keluarga dengan ciri seperti itu yang layak untuk dibuat, tidak dengan bahan kertas bergambar buatan perum peruri; tapi dengan mengerjakan pertumbuhan karakter and loving heart di masing-masing pribadinya. I shall wait and wait faithfully, until I build it one, 2017 please remembers 2012..

With love and its stories,

Yosua Kristianto

And the story goes on

Advertisements

12 thoughts on “Abundance May

  1. Giant Swing nya made me feel the final destination of Sukhoi victim.
    I love the Science Center, interesting place to bring school children.

    Theme: Bandung is about abundance of FOOD, LAUGH, FUN, MOTORBIKE, SNACKS, PHOTOS, and TIREDNESS.
    Another day we must taste GANG LUNA NOODLE.
    WOOOO HOOOO, enjoying TransStudio, Batagor Riri (1st Batagor in the World), Ice Cream with Rum, Photo with Netherland scene, Hongkong Restaurand and Family time with joy and laugh.

    Pak Yosua, I think you should add more post coz we still have lots of photos.
    And waiting for another place to go, maybe Phoenix, Arizona.

  2. wah,asiknya…perasaan makan melulu.
    mau survey buat outing apa ko?
    jgn2 mama koko emg udah menantikan bertambahnya anggota inti…wkwk
    still a long journey to go.

    • Ya gw juga menantikan bertambahnya anggota inti. hehehe not really long sih (don’t want to be that long), tapi harus tepat aja.. Survey buat aktivitas outing kantor sih ngel..

  3. “I shall wait and wait faithfully, until I build it one”

    nice posting koko (sekali lagi karena ada gw nya,hahaha)
    last pic itu the best shot sugi,hahaaa i love it

    anyway, thanks ko
    it was a great weekend
    great fun, great food, great family 🙂

    • O gitu ya, ntar dibuatin deh 1 post tentang kamu semua (hasut teman2, untuk baca blog ini, biar rame dan mengaduh sampai gaduh)..

      Thanks udah nemenin, hope that I can meet ur family later on, in europe or any other places of the world.

      O ya editan sepenggal kalimatnya:”I shall wait and waith faithfully, until I build it one with the sparkling pure hearts, and perfect diamond ring on my hands..”

  4. Pingback: Joyful May « Yosua kristianto's Story. The stories of daily life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s