Dear readers,

Hari ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memeluk erat tahun 2011 sebelum dilepaskan ke palung sejarah masa lalu hidup ini. 31 Desember adalah hari terakhir dari setiap tahunnya, yang berarti satu kesempatan terakhir untuk bisa menulis di blog ini.

Kebanyakan orang yang saya perhatikan melalui social media Twitter dan Facebook, mereka sangat bersemangat menyambut tahun baru. Ada juga yang over spirit, sampai-sampai ngepost terus tentang ketertarikan dan harapan-harapan mereka di tahun baru nanti, (tidak lupa dengan resolusi pribadi mereka). Namun ada juga segelintir orang yang menjadi ignorant dengan tahun baru nanti, orang-orang (saya memiliki kecenderungan tergabung dengan kelompok ini) yang menganggap hari terakhir di suatu tahun atau hari pertama di tahun baru sebagai “it’s just another day”.

Namun hari terakhir di tahun 2011 bisa menjadi lebih bermakna saat bisa berkumpul bersama keluarga. Memang tidak ada kegiatan yang special sekali seperti mengadakan pesta semalam suntuk, atau fine-dining di restoran mewah atau bahkan menyalakan kembang api sampai merusak pohon pisang sebelah rumah; tapi jauh lebih baik daripada berdiam diri sendirian di dalam kamar kos atau ramai-ramai hang out dengan orang-orang yang tidak terlalu dikenal. Menghabiskan tahun bersama orang-orang terkasih adalah salah satu cara yang terbaik tanpa perlu mengeluarkan banyak uang.

Bulan Desember 2011 ini, saya cukup disibukkan dengan berbagai kerjaan yang bisa dikerjakan, sampai-sampai untuk menulis post di blog saja tidak sempat. Padahal ingin rasanya bercerita tentang banyak hal menarik, salah satunya adalah ketemu dengan Raditya Dika (Manusia Setengah Salmon) di satu event,

Manusia Salmon dan Gw

atau merayakan natal bersama teman-teman carecell PU.

Dinner Christmas 2011 in Eagle Youth Hall

Namun di satu kesempatan terakhir ini, saya mau share sedikit tentang update terakhir dari kehidupan saya setelah tiba di Cimahi pada tanggal 30 Desember malam hari.

Sebenarnya bulan Desember adalah bulan di mana Mama saya berulang tahun, tepatnya pada tanggal 8 Desember. Saya tidak bisa hadir di hari ulang tahunnya karena memang tanggal 9 Desembernya harus menghadiri acara pengumuman hadiah kompetisi foto Deutsche-Welle 2011 (ditemani kolega kantor yang baik hati dan menyenangkan yang jika namanya ditranslate dari Indonesia ke Inggris akan menjadi ‘Diamond Precious Juice’, hwhwhwhw). Di event itu saya menjadi salah satu finalis namun gagal juara,

Ms. Diamond Precious Juice and Me

Ok emang rada nyeremin foto gw itu, ada orang bilang “Bagi beberapa orang, ke-kerenan seseorang berbanding terbalik dengan intensitas cahaya.” Artinya makin gelap cahaya di satu ruangan maka makin terlihat keren alias ‘tampang u keren, asalkan gak keliatan T.T’. Lihat gambar di bawah ini:

This one is better, I think

Dan tanggal 10 Desembernya saya ada ujian bahasa belanda, di mana saya kembali mendapatkan nilai ‘A’ sebagai hasil akhirnya. O ya saya sempat berfoto Volendam bersama Ella, teman sepermainan di kelas bahasa Belanda:

Ik en Ella

 

Okay balik lagi ke hari tanggal 30 Desember, saat saya pulang ke rumah ternyata sudah ada kue tart yang spesial dibeli karena saya pulang ke cimahi. Kue ini bisa dibilang spesial karena mama saya jarang sekali beli kue tart, biasanya dia buat sendiri, jika dia membeli kue tart dari luar berarti ada yang spesial dengan kue tart tersebut. Buat warga yang lahir di Bandung (Cimahi pada tahun 1987 masih dibawah naungan kota Bandung), tidak asing dengan toko kue Bawean (a.k.a Sweet Heart) yang sudah berdiri sejak 1946 (menyaingi Nyonya Meneer).

Bakerij Bawean memiliki satu kue tart andalan yang bertekstur bolu kasar namun di tengah-tengah lapisannya terdapat 1 lapisan spesial yang terbuat dari ruum. Mama yakin sekali bahwa tidak ada toko kue lain yang memiliki resep membuat lapisan ruum selain Sweetheart, bahkan rumornya, resep ini hanya diwariskan ke keluarga saja dan pegawai yang membantu membuat kue tidak diajarkan bagaimana caranya membuat lapisan istimewa ini (otak gw yang licik ini memang sangat cepat dalam berpikir licik, langsung kepikiran bagaimana caranya mendapatkan resepnya). Jika adik saya berpikir “Kita rebut saja resepnya seperti Mr. Plankton mau mengambil resep Crabby Patty.” (salah satu symptom majunya teknologi multimedia). Saya berpikir dengan cara yang lebih Royal, cara yang dipakai ratu Austria jaman dahulu kala untuk mengamankan negaranya, yaitu “Mana cucunya, gw nikahin aja sini.”, wkwkwkwkwkwk.

Special Sweetheart Taart

Anyway, kue tersebut memang sudah sejak lama saya sukai, karena dari kecil memang sering nyicip kuenya saat hari raya Imlek. So, saya sudah tahu dan tahu bahwa fitness yang saya lakukan beberapa kali terakhir ini untuk menguruskan badan, akan menjadi kesia-siaan semata. Nah karena saya gak sempet hadir di tanggal 8 Desember maka prosesi tiup lilin baru diadakan pada 30 Desember kemarin. Ini baru kita bisa bilang “Happy Very Belated Birthday”.

Mama 48 Years Old

Complete Family

And my last supper for 2011 was eating with my family in Pizza Hut, Cimahi. Look at my smiling and chubby face:

Last Supper 2011 at Pizza Hut Cimahi

That’s all. My last memories 2011. Kalau saya bisa simpulkan, 2011 bukanlah tahun yang mudah buat saya, tapi juga tahun yang menyenangkan karena saya banyak menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Hal yang memang saya rindukan ketika sedang bekerja dan hidup di Jakarta. Saya mencoba untuk realistis bahwa tahun 2012 nanti belum tentu menjadi tahun yang lebih mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun memiliki kepercayaan dan tekad yang teguh bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk berhasil dalam setiap kesusahan adalah ke-realistisan yang paling hakiki…

Gelukkig Nieuwjaar 2012!

Groetjes,

Yosua Kristianto

P.S. Wishlist 2012-nya nyusul di tahun 2012 nanti ya. ^^. Thanks for reading this post.

Hollandse Kleding

Advertisement