Dear readers,

Genap 20 hari sudah berlalu di bulan November 2011 ini , 20 hari juga saya sudah bekerja di kantor yang baru. Memang sulit ngeblog jika tidak ada waktu dan juga akses internet yang memadai di kantor baru dan sekarang saya bisa ngeblog karena pas lagi pulang ke Bandung untuk menghadiri pernikahan saudara saya di sini (senin tanggal 21 sudah harus ke Jakarta lagi T.T).

Pertanyaan yang lagi sering datang pada saya akhir-akhir ini adalah “Bagaimana di tempat kerja baru? Enak gak?”. Sulit sekali ternyata untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Saya biasa menjawab “ya bantu doa aja. Gak gampang nih di kantor baru.” Jawaban  tersebut memang didasari dari fakta lapangan bahwa saya masih sulit beradapatasi di kantor baru, terutama dengan pekerjaannya. Mungkin karena efek kelamaan gak kerja jadi programmer, jadi aja logika dan pemikiran tidak seperti dulu lagi. Dengan kondisi kerja saya sekarang yang kesulitan menyelesaikan tugas-tugas, saya merasa sangat tidak puas dengan hal ini and that’s why I really need your prayer and encouragement for this issue.

Ada beberapa hal yang cukup menyenangkan juga sebenarnya di bulan November ini. Contohnya ya acara EHEF  tanggal 12-13 November 2011 kemarin di JCC-Senayan Jakarta. Pada event EHEF 2011 ini, saya berkontribusi sebagai booth assistant. Kerjaannya booth assistant sangat-sangat mudah (menurut saya), hanya membantu pihak universitas terutama dalam menjelaskan program-program studi yang ditawarkan menggunakan bahasa Indonesia atau menerjemahkan pertanyaan dan jawaban. Keuntungannya jadi booth assistant adalah saya jadi mengenal dan mengetahui dengan detail, hal-hal apa saja yang biasanya diperlukan untuk diterima studi di luar negeri.

Pada kesempatan kali ini saya membantu Rotterdam Business School. Saya tidak akan bercerita mengenai RBS dan program-programnya. Namun saya mau bercerita kesan saya selama membantu mereka saat EHEF berlangsung. Benar ternyata bahwa jika kita memelajari satu bahasa asing, maka kita akan menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan orang dari negara tersebut. Saya merasa bahwa bahasa Belanda yang saya pelajari selama ini ternyata bisa berguna juga walaupun saya belum ke Belanda untuk kedua kalinya. Sungguh diuntungkan karena saya bisa sedikit bahasa Belanda maka saya cepat bergaul dengan Meneer Hyem, perwakilan dari RBS untuk EHEF 2011 ini. Sedikit bercerita tentang kehidupan masing-masing dan banyak membantu dalam memahami RBS itu sendiri. Dimulai dengan siang hari yang masih sepi dan tiba-tiba mulai ramai pada sore hari. Menyenangkan untuk bisa bertemu dengan orang baru dan berbincang-bincang dengan banyak orang yang antusias ingin melanjutkan studi di Belanda. Pada hari kedua yang memang hari puncaknya EHEF, kami dari RBS bahkan sampai menjelaskan program studi hingga ke depan area booth kami, saking banyaknya orang yang ingin bertanya.

Saya sangat dihibur saat melihat antusiasme pemuda-pemudi Indonesia yang mau terus belajar, mendapatkan pendidikan yang terbaik dan mau pergi jauh dengan resiko hidup jauh dari kenikmatan ‘rumah’ di Indonesia. Saya pun menjadi tersemangati untuk mempromosikan studi di RBS tersebut dan tidak lelah walaupun harus berdiri dan ngoceh seharian di tengah kondisi badan yang sedang flu dan masuk angin. Acaranya terbilang cukup sukses dari awal sampai akhirnya acara dan sebagai ucapan terimakasih mereka, Mr. Hyem memberikan saya 1kg Pepernoten, semacam kue kecil khas Belanda yang biasanya dibagikan oleh Sinterklaas pada anak-anak di Belanda sana. Saya senang karena bisa membawa kue kecil ini untuk keluarga di Cimahi menyambut suasana natal yang sudah dimulai di minggu-minggu ini. Dua hari yang melelahkan namun saya sangat menikmatinya karena betul bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan passion memang menyenangkan.

Lalu bagaimana dengan pekerjaan saya sekarang? Sayapun belum tahu ke depan akan seperti apa, apakah saya bisa mengikuti, apakah saya akan lolos masa percobaan 3 bulan, apakah saya akan beradaptasi dengan mudah dan mulai menikmati pekerjaan dengan sepenuhnya. Cuma yang jelas saya akan melakukan yang terbaik, mencoba mengimprove kemampuan dan berdoa agar segala sesuatunya tetap on the track. Saya bukanlah tipe orang yang optimistis, saya adalah orang yang realistis dan saya menilai untuk bisa sukses dalam pekerjaan adalah hal yang masih realistis.

Buat teman saya yang baru saja lulus perkuliahan, saya berharap kamu bisa bekerja dengan passion yang tinggi. Bekerja tidak selalu mengenai uang, bekerja tidak selalu mencari karir, bekerja adalah bagaimana mengembangkan kehidupan dan belajar menghadapi segala hal di dalamnya. Someday, I will sit and tell my children, my grandchildren about how I face many difficult things in my life and as a human, I never back off and keep forward…

Selamat malam dan selamat menjalani kehidupan ini kembali.

Salam sayang,
Yosua Kristianto

Booth assistant at RBS EHEF 2011

Advertisement