Hai Readers,
Selamat Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober) dan juga Hari Blogger (27 Oktober) bagi kita semua pemuda-pemudi bangsa Indonesia dan juga blogger setanah-air (gak peduli ras dan sukunya apaan).
Pada saat hari blogger tersebut, saya sembat nge-tweet “hal mahal dalam ngeBlog adalah konsistensi. #HariBlogger” @yosuakristianto. Saya rasa statemen ini cukup benar, memang konsistensi tidak semahal insprasi dan hati dalam ngeBlog namun tetap sesuatu yang mahal. Oleh karena itulah, postingan ini dilahirkan, saya mewajibkan diri saya sendiri untuk ngeBlog (Dutch: Ik verplicht me om blog te schrijven), minimal satu postingan dalam sebulan (Biasa sekarang akhir bulan).
Akhir-akhir ini kejadiannya campur aduk antara dag dig dug mau kerja di tempat baru nanti hari senin (31 Okt), hujan yang mulai mengguyur Indonesia, memikirkan mahalnya biaya hidup nanti di Jakarta, berat berpisah dengan 2 Kucing Tabby saya di Cimahi, kangen berat dengan Belanda (ini sih sindrom tiap Bulan), ngiri sama Devita Ashianti (teman wanita saya yang sedang studi Master di Belanda, yang beberapa bulan lalu di Indo makannya sedikit dan tiba-tiba menjadi brutal setelah menginjakkan kaki di negeri kincir, wkwkwkwkwk) yang berhasil ke Prague sebelum saya ke sana (T.T tau gitu gw perpanjang lebih lama waktu di Belanda buat pergi ke Praha).
Masing-masing kejadian memiliki bobotnya sendiri, namun yang terberat menurut saya adalah dag dig dug mau bekerja di tempat baru. Jujurnya, saya masih sulit memahami bagaimana saya bisa diterima kerja di perusahaan baru saya, PT Freeport Indonesia, sebagai Software Engineer. Jika saya melakukan kilas balik, sulit sekali logika atau nalar ini memahami bahwa saya bisa bekerja di sana. Mulai dari interview pertama yang kacau balau, I think that was the worst work-interview that I have done in my life, kemudian interview kedua yang saya dalam keadaan ngantuk berat karena perjalanan jauh Cimahi-Jakarta+kemacetan ibukota, tes bahasa inggris yang juga menurut saya lebih susah dari Toefl Ibt, dan terakhir tes kesehatan yang tak terlupakan (kali pertama pantat gw ‘dicolok’ demi ngecek gw ambien apa gak, gak percayaan thu dokter waktu gw ngomong gw ga mengidap ambien).
Sekarang saat saya udah keterima dan harus menjalani masa percobaan selama 3 bulan, mental saya sedikit jengjet (gak siap), karena saya tidak punya skill apa-apa di bidang IT yang akan saya geluti nanti. Yang saya tahu, saya bisa dan mau belajar, ini menjadi modal utama saya selama dua kali interview bersama department MIS, PT Freeport Indonesia. Cuma ya itu, kadang ada banyak kejadian di hidup kita yang gak bisa kita tangkep pakai logika atau kita terima oleh nalar, mungkin di saat kita mengalami hal seperti ini kita jadi diingatkan sama eksistensi Tuhan di hidupnya kita.
Orang bisa aja punya pemikiran lain, tapi kalau Tuhan udah punya rencana dan jalannya sendiri, sampai kecepit-kecepit juga orang gak bisa maksain pemikirannya. Jadi saya mencoba untuk menerima ini dengan mengakui Tuhan memang bekerja di hidup saya dan saya gak perlu dikuasai ketakutan dalam masa percobaan 3 bulan ke depan nanti. Saya hanya akan melakukan yang terbaik dalam membuat jalur cerita yang menarik dalam hidup saya dan sisanya, biarlah si Penulis yang mengatur jalan ceritanya hingga kesudahannya.
Bekerja di perusahaan yang besar seperti Freeport, the largest copper and gold mining in the world, bisa jadi adalah impian dari banyak orang di Indonesia. Ada banyak rumor bahwa untuk bisa diterima di Freeport itu susah banget perlu koneksi sana-sini, tapi sekarang saya masuk tanpa koneksi apa-apa dan saya bisa berkata masuk perusahaan sekelas Freeport itu tidak susah, jika kita banyak berdoa dan mau mencoba. Sewaktu hendak interview pertama kali, rumor masuk Freeport itu susah, seperti momok yang membanjiri left cerebral hemisphere (bagian otak kiri manusia untuk berpikir) saya. Tapi untung saya punya teman baik yang juga seorang blogger, bernama Angelina Evelyn (si penulis www.sweetlifeandstyle.com) yang menguatkan dan mendorong saya untuk berani mencoba. Benar ternyata apa yang seorang pujangga bilang dalam tweetnya “A Single Step that You Try, Will Lead You to other Bigger Steps in Your Life. Take a Step, Now!” @DeDichter. Akhirnya saya mencoba interview setelah mendapat dorongan dan juga paksaan dari orang tua, bermodalkan pengetahuan seadanya dan sikap mau belajar. Di sini saya bisa belajar bahwa acap kali saat interview, Sikap yang positif adalah satu entities yang lebih mahal dibandingkan dengan keahlian.
Jadi pelajaran untuk kita semua adalah, “Berani mencoba, walaupun mencoba itu kadang sesuatu yang perlu dipaksakan.”
Sekarangpun saya sedang mempersiapkan mental saya untuk kembali mencoba melangkah, memasuki masa-masa percobaan kerja selama 3 bulan dengan sikap dan mentalitas yang benar. Mungkin di beberapa bulan ke depan, saya akan lebih banyak ngeblog dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, kembali menceritakan apa yang saya pikirkan, rasakan dan alami dalam keseharian saya di tempat kerja baru nanti beserta segala polemik kehidupan ini.
Doakan saya berhasil ya readers, setiap kata-kata dan doa positif dari anda bagi saya, sangat bernilai seperti H2O yang mahal harganya di tengah-tengah padang pasir kehidupan.
Salam Hangat,
Yosua Kristianto
P.S. Thanks to NESO Indonesia yang sudah ‘mengadopsi’ saya semenjak bulan Maret hingga sekarang saya mendapatkan pekerjaan penuh waktu di perusahaan yang baik. Segala perhatian dan kasih setiap orang di kantor NESO Indonesia menjadi satu pengalaman dan momen yang akan ceritakan kepada anak-cucu dan tiga generasi di bawahnya. ^^


Oct 28, 2011 @ 21:00:13
I’m glad that I did push you hahaha.. Have a great probation! Enjoy every second..
Oct 28, 2011 @ 23:42:26
dank u wel..