Hi readers,
Menutup bulan Augustus 2011, saya mau memberikan sedikit update tentang bertambahnya anggota keluarga kami. Pada bulan ini, kami memiliki satu anggota baru di rumah, dia bernama Monte Carlo, seekor kucing bercorak hitam yang amat sangat lucu. Ya bagi keluarga kami, setiap hewan peliharaan adalah keluarga, we love them unconditionally and that’s why we defined ourselves as family.. Monte ditemukan saat mama saya sedang beli bakso langganan, mendapat rekomendasi dari tukang bakso tersebut, maka kucing yang kemungkinan besar juga yatim piatu ini kami adopsi. Kembali, satu kucing yang beruntung, derajat hidupnya naik dari kelas bawah (kucing jalanan) menjadi kucing rumahan yang tidak perlu repot-repot mencari makan ataupun mencari tempat berteduh kala hujan turun. Awalnya kami ragu dia bisa bertahan di rumah karena ada Blondi, Blondi jarang sekali bisa akur dengan kucing berjenis kelamin pria. Namun setibanya di rumah, Blondi tampak sreg, memiliki chemistry yang cukup pas dengan si Monte ini sehingga tidak ada pertengkaran atau mengambil sumpah rivalitas kucing satu dengan lainnya. Mereka bisa bercanda bersama, makan di satu piring yang sama dan juga berebutan minum dari satu tempat yang sama. Manusia di keluarga kami, bisa bernafas lega karena tidak perlu mengajarkan kedua kucing ini bagaimana membuat perjanjian damai jika mereka terlibat perang dunia kucing.
Monte memiliki karakteristik yang cukup berbeda dengan Blondi. Jika Blondi adalah tipikal kucing yang menurut saya Berisik dan juga sok jago; sedangkan Monte tipikal yang kalem, gak banyak omong dan sangat manja. Kemanjaannya terlihat sejak dari hari pertama dia tiba di rumah, dia suka sekali duduk di pangkuan manusia atau jika sedang ngantuk dan misal saya lagi nonton tv sambil tiduran maka dia naik dan duduk di atas dada or leher saya minta dielus (satu waktu saya memang harus meyakinkan diri bahwa dia adalah kucing bukan vampir). Simply says: He loves to be loved, and I love to caress cats (and my wife & children, later). Monte juga senang sekali gangguin Blondi, jadi jika Blondi sedang tidur maka dia akan mendekat dan mencoba membangunkan Blondi atau jika dia ngantuk maka akan mencoba tidur di dekat Blondi. Blondi juga perduli sama Monte, saat Monte pergi ke luar rumah maka Blondi akan mencoba mencari dia, walaupun akhirnya gak ketemu juga sih dan pas Monte pulang, si Blondi yang malah kita cariin atau kita tunggu sampai dia pulang sendiri. Kepedulian Blondi terhadapa sesamanya ini membuat saya cukup berbangga sebagai anggota keluarga; berarti kami berhasil menanamkan nilai “love and care your family” bahkan kepada seekor kucing. Ingin tahu bagaimana gambarannya, kijk aan volgende foto:
Ok kita jangan lama-lama memandangi foto kedua kucing saya yang selucu saya itu. Pada minggu lalu, saya menemani mama saya pergi ke Kerkhof (nama jalan di kota Cimahi dalam bahasa Belanda yang berarti Pemakaman), ya mungkin karena jaman dulu di Belanda banyak orang dimakamkan di belakang halaman gereja atau bahkan di bawah gereja itu sendiri makanya disebut Kerk (Church) + Hof (Yard/Court). Memang di jalan Kerkhof ini ada satu tempat pemakaman di mana beberapa anggota keluarga kami seperti Nenek, Tante dan kerabat lain yang dimakamkan di tempat ini, jadi saya tidak asing dengan Kerkhof. Balik lagi ke kejadian minggu lalu, karena ada papa dari teman orangtua saya yang meninggal jadi kami ikut melayat ke sana. Ternyata saya dan mama tiba terlalu awal di sana, kami bahkan harus menunggu 1 jam baru datang rombongan jenazahnya.
Nah selama 1 jam ini saya melakukan tur singkat seorang diri mengitari kerkhof. Ternyata cukup banyak juga orang Belanda atau orang Indo-Belanda, yang dulu tinggal di Indonesia dan akhirnya wafat di Cimahi, dikuburkan di Kerkhof. Hal ini menarik perhatian saya yang sedang belajar Bahasa Belanda, saya bisa membaca kalimat-kalimat yang terbubuhkan di nisan orang-orang berbahasa Belanda tersebut. Tulisan yang paling sering saya jumpai tentu RIP (Rest in Peace) dalam bahasa Belanda yaitu RIV (Rust in Vrede) disertai dengan kata beloved yang dalam bahasa belanda menjadi geliefde,contoh formatnya:
Hier rust in Vrede
Onze geliefde vader/moeder en opa/oma
(Voor Naam Achter Naam)
Geboren: (Dag-Maan-Jaar)
Overleden: (Dag-Maan-Jaar)
Namun ada beberapa nisan yang cukup spesial dengan memberikan note yang personal atau berbeda dengan format di atas itu. Ada yang menambahkan di bagian paling bawahnya “Zie Je straks, Man!” (See you later, Man!). Ada juga yang memang dari keluarga lumayan mungkin cukup berada seperti makamnya keluaga Vogt. Saya pribadi tidak tahu menahu dengan keluarga ini karena jauh sebelum saya lahir, mereka sudah overleden (meninggal). Namun saya tersentuh dengan kata-kata yang ada di nisan mereka, penggalannya seperti ini
“zijn leven is voorbld door woorden van hoop, troost, lijden, en strijden blijven tot en met de eeuwigheid.” yang berarti:
“Hidupnya adalah contoh dari kata-kata: harapan, penghiburan, penderitaan, dan perjuangan terus menerus sampai kekekalan”.
Jika anda memperhatikan di sebelah kanan, anda bisa melihat seperti ada sepenggal surat dari anak kecil, ada gambar matahari, balon bahkan bintang di keramik putih sebelah kanan itu. Ini yang membuat saya sampai mengabadikan foto nisan ini. Saya makin tersentuh dengan pesan terakhir yang diberikan oleh para cucu bagi opa Vogt ini. Satu budaya yang menurut saya baru pertama kali saya lihat dan saya sadari. Selama ada anggota keluarga saya yang meninggal, tidak ada satupun yang membuat pesan secara spesial seperti ini. Mungkin memang opa Vogt ini spesial buat cucu-cucunya hingga para cucunya meminta agar puisi terakhir mereka tentang opa diabadikan di samping makam opanya.
Setiap kata yang ditulis benar-benar touchy, bahkan dari pembukaannya saja sudah cukup spesial. Saya akan coba translate puisi tersebut kalimat per kalimat ya sekalian kita belajar bahasa Belanda sedikit, graag:
- De Oorkonde voor de liefste opa: The Award for the Sweetest Opa
- Opa is degene waar ik van hou: Opa is the one that I love
- kom daarom maar weer gauw: thus come again soon
- Ons Samenzijn is altijd plezier: Our togetherness is always pleasure
- blijf daarom nog heel lang hier: remain so for a long time here
- Een dikke zoen: A big kiss
Pesan yang indah dan juga memperhatikan rima dari kalimat per kalimatnya, heel goed!
Peristiwa ini bermakna besar saat saya merenunginya sepanjang hari tersebut, pemikiran saya ditarik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan jika saya yang nantinya harus tasting the death, seperti:
- Di mana nanti saya mau dimakamkan? Seperti apa makamnya?
- Saya seorang penulis puisi dan prosa, kata-kata apa yang mau dicoretkan di nisan saya nanti?
- Seorang Suami (klo saya nikah), seperti apa yang akan saya hidupi?
- Hal berharga apa yang saya bisa beri untuk anak-anak saya (gak perlu nikah juga saya bisa adopsi anak)?
- Bagaimana gambaran saya sebagai seorang opa di kenangan cucu-cucu saya nanti?
- Apakah angka-angka di bagian overleden?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut terlintas di benak saya, memang ada juga yang ngaco atau gak penting banget tapi memikirkan saya mau menjadi opa yang seperti apa adalah hal yang baru kali ini saya pertimbangkan. Memang masih kejauhan sih untuk menjawab satu dari pertanyaan tersebut. Cuma satu hal yang jelas, sebagai seorang penulis, saya berharap kata-kata terakhir di nisan saya nanti adalah kata-kata yang indah, inspiring, ethereal and atmospheric. Hal ini berarti saya harus menjalani kehidupan yang layak dan sesuai standar dengan ciri kata-kata tersebut; sehingga saya tetap menjadi orang yang jujur bahkan setelah saya tidak ada di bumi nanti. Kata-kata di nisan saya nantinya bukanlah seuntai kata-kata seperti orang promosi jualan SIM Card HP (banyak gak sesuainya) atau kata yang memang terlalu dihiperbolakan; melainkan itu akan dirangkai menjadi kalimat-kalimat cerminan dari perjuangan hidup saya ini!
“Honesty is the Best Marketing Words in the Worlds!”
My last words in this post,
“Starting from our roles in our family, Be someone who can be proud of!”
Your family man,
Yosua Kristianto
P.S. Building family is like building the stairs to heaven. We always aim the star, not enough with the sky..

O ya, this is my new hair-cut, even I looked like Mr. Gayus, believe me I have different Personality




Aug 30, 2011 @ 03:35:07
Cute, kucings dan doodling si kinderen buat batu nisan opanya.. Ah, to be honest I dislike death related topics..
but, to see this doodle di batu nisan makes me smile
Aug 30, 2011 @ 10:39:22
I looooove the photo of blondi and monte’s brotherly cuddle.. :p It will be even more lovely if you jump into the scene. So, it will be 3 of you. hahahaha..
There will never be enough wondering about life, Iyos.. And I really like your quote about building a family. Can I tweet it?
Aug 30, 2011 @ 11:30:24
Yes of course you can tweet it. The quotes are copyleft..
Aug 30, 2011 @ 15:33:28
Took me 60 seconds (a full minute) to understand what u meant by copyleft.. But finally get it! hahahaha… This Brain certainly moves slower than yours -.-”
Aug 30, 2011 @ 17:59:36
hwhwhw, if u still have the copy of my thesis, u can find that it’s also copylefted.. Let us sharpen each other mind..